Sabtu, 26 Maret 2011

Mie Ayam Sakinah, Bandung






Mie Ayam dan Es Duren
Kantin Sakinah
Jl. Tubagus Ismail - Bandung


Mie Ayam Sakinah emang beda... Mienya lebih "nyemek" (kalo boleh pinjem istilah mie Jawa), bumbunya lebih "cakep" n ayamnya "bener-bener daging ayam" (gak cuma potongan sisa ayam seperti leher). Yup itu yang memang membedakan Mie Ayam Sakinah ini dibanding mie ayam lainnya yang bertebaran di kota Bandung maupun kota lainnya. Sedikit lebih mahal memang karena satu porsi Mie Bakso Pangsit dihargai RP. 9rb, dan masalahnya satu mangkok mie ayam di tempat ini tidak pernah cukup :))





Kalo udah ke tempat ini gak boleh terlewat cobain juga Es Durennya... Dengan harga Rp 15rb kita bisa menikmati satu porsi berisi 6-7 butir durian yang dipadu dengan es serut dan susu kental manis. Es Duren di tempat ini memang salah satu yang dicari para pelanggannya. Jadi kayanya sudah satu paket Mie Ayam + Es Duren. Suegernya manteb lah...

Bisa coba juga variasi es duren lainnya seperti Es Durian+Susu+Keju (dahsyat gak tuh?), Es Durian Alpukat, Es Durian Kacang, Es Durian Gula Merah dan lain-lain. Saya sendiri mencoba perpaduan Es Durian Aplukat yang bisa ditebus seharga Rp. 17rb.


Mie Ayam Sakinah sendiri sebenarnya nama populer dari Mie Ayam Baso "MAS JOKO". Disebut Mie Ayam Sakinah karena mereka berjualan di semacam pujasera yang bernama "Kantin Sakinah" yang berjualan bersama aneka makanan lainnya seperti es duren, siomay, gado-gado dan lain-lain. Pertama mengenalnya jaman kuliah tahun 90an dulu, karena terletak tak jauh dari kampus, yaitu di Jl. Tubagus Ismail I. Namun sekarang tempatnya sudah pindah tepat di seberang tempat yang lama masih di ruas jalan yang sama. Mie Ayamnya masih yang lama tapi penjaja Es Durennya sudah berbeda. Katanya Es Duren yang lama buka gerai baru di Jl. Tubagus Ismail Raya-nya. Jadi buat yang mencari wisata kuliner Bandung yang murah tapi mantab silakan meluncur ke Jl Tubagus Ismail I (kawasan Jl. Dago).
 

Warung Kopi "CHEK YUKE", Banda Aceh





Aceh tentunya lekat dengan kopinya. Budaya nongkrong di Warung Kopi juga dapat kita temui di perbagai sudut kota Banda Aceh. Malam ini, saya diajak oleh kawan saya untuk turut mencicipi budaya tersebut dengan nongkrong di Warung Kopi (Warkop) CHEK YUKE, yang terletak persis di pinggir sungai, tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Datang sekitar pukul 10 malam, Warung Kopi ini tampak ramai dikunjungi oleh para pelanggannya. "Kalau week end jauh lebih ramai mas, harus antri buat dapet tempat duduk", begitu kata teman saya. Padahal Warkop ini sangat besar jika dibandingkan ukuran warkop-warkop biasa di Pulau Jawa. Tiga buah ruko dua lantai disatukan untuk menjadi satu buah Warung Kopi! Puluhan orang tampak mengobrol di meja-meja sederhana sambil menyeruput segelas Kopi Aceh. Memang kedahsyatan kopi Aceh ini sudah melegenda bahkan pasca tsunami, kopi Aceh semakin mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari para pekerja internasional yang datang untuk merekonstruksi Aceh.



Pembuatan kopi di Aceh juga sangat khas, kopi diseduh dengan saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum, tetapi tidak mengandung bubuk kopi karena sudah tersaring di dalam “kaus kaki” tadi (source: travel.kompas.com). Berbeda dengan kopi hitam di banyak daerah lain yang masih menyisakan ampasnya. Buat yang tidak suka menyeruput kopi hitam, bisa coba juga Kopi Sanger, atau kopi susu. Dengan pembuatan yang sama dengan kopi hitam tapi di gelasnya ditambah dengan susu kental dan dikocok sampai berbuih. Aroma kopi kentalnya masih sangat terasa, membuat kopi sanger ini berbeda dengan kopi susu biasa.


Sambil ngobrol dan menyeruput kopi, tentunya sajian kudapan akan menjadi pelengkap suasana. Berbagai makanan ringan bisa kita coba, goreng pisang (dengan dibalut tepung panir), roti dengan selai serikaya, kueh dengan isi fla dan sebagainya. Boleh juga memesan martabak aceh yang dapat mengenyangkan.

Kopi Aceh memang ngangenin, apalagi jika diminum langsung di kedainya seperti di Chek Yuke ini. Yuke sendiri berasal dari kata UK, singkatan dari Ulee Kareng, daerah yang merupakan salah satu penghasil kopi di Banda Aceh. Menghabiskan waktu di kedai kopi ini memang tidak terasa, obrolan akan mengalir dan berpindah-pindah dengan beragam topik. Dan asiknya lagi, layaknya tempat minum kopi di kafe-kafe di Jakarta, disini juga merupakan Free Hot Spot Area sehingga kita bisa lihat banyak anak muda yang ngopi sambil menenteng laptop. Bedanya dengan kafe di Jakarta: harga lebih murah - kopi jauuhhh lebih nikmat.

Sekarang, saatnya membeli Bubuk Kopi Ulee Kareng untuk buah tangan. Saya langsung meluncur ke Kopi Solong - Ulee Kareng.

Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh


Warkop Jasa Ayah - SOLONG
Ulee Kareng-Banda Aceh


"Kalo mau cari dan mencicipi Kopi Aceh ya ke Ulee Kareng", begitu banyak orang bilang. Akhirnya saya meluncurlah ke kawasan Ulee Kareng, tepatnya ke Kopi Solong yang cukup legendaris. Tujuan saya kesini adalah untuk membeli oleh-oleh kopi Aceh, sekaligus mencicipi kopi langsung di "sumber"nya, setelah sehari sebelumnya menikmati kopi di Warung Kopi Chek Yuke. (YUKE=UK=Ulee Kareng, hehehe)


Ya, penyajian kopi yang khas melalui saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain, dapat kita saksikan dengan jelas di Warung Kopi SOLONG ini ataupun warung-warung kopi lainnya di kawasan Serambi Mekah ini. Kualitas kopi dan proses penyajian itu terus dipertahankan oleh para pengelola Warung Kopi ini yang sudah berdiri sejak 1974. Setelah selesai menikmati kopi saatnya membungkus bubuk kopi Ulee Kareng ini untuk buah tangan kerabat di rumah.

Dikemas secara sederhana, Kopi Solong - Ulee Kareng ini dijual dalam 3 kemasan, yaitu kemasan 1/4 kg (Rp. 17.000,-), 1/2 kg (Rp. 33.000) dan 1 kg (Rp. 65.000). Mahal? Relatif... Bagi saya harga ini sebanding dengan kenikmatan rasa yang didapat, walaupun saya sendiri bukan penggemar fanatik kopi. Makanya di rumah, saya lebih senang membuat kopi sanger (kopi susu). Cukup didihkan air segelas, masukkan kopi aceh ini ke dalam air yang masih mendidih di atas kompor, diamkan beberapa saat. Angkat, tuang ke dalam gelas sambil disaring, tambahkan gula dan susu kental manis. Terasa banget bedanya....


Kita juga bisa melihat proses penggilingan kopi yang terletak di bagian belakang Warung Kopi Solong ini, Kopi Jasa Ayah - Ulee Kareng. Dengan mesin yang sederhana, bubuk-bubuk kopi ini terus diproduksi. Konon biji kopinya sendiri merupakan biji kopi yang sudah dikeringkan dalam jangka waktu sangat lama, dan tidak menggunakan campuran lain lagi selain sedikit gula. Ini yang mengakibatkan rasa dan kualitas kopi Ulee Kareng dari Jasa Ayah ini tetap terjaga. Ke Aceh? Harus mampir ke Ulee Kareng...
 

Jumat, 25 Maret 2011

Kambing Bakar Zam-Zam, Bandung






Kambing Bakar Zam-Zam
Jl. Banteng No 56
Telp: 022-7323341
Bandung


Suka makan kambing? Kalo suka, tempat yg satu ini layak coba. Setelah kehilangan Sate Africa yang di depan Stasiun dan sekarang hilang entah kemana, temen saya mengajak untuk menikmati Kambing Bakar Zam-Zam di kawasan Jl Banteng Bandung. Ternyata tempat makan ini sudah punya nama di Kota Cirebon dan sekarang mencoba mengembangkan sayapnya untuk meramaikan kuliner Bandung. Kambing muda yang telah dilumuri oleh rempah-rempah langsung dibakar di depan tempat makan ini yang tentu saja menyebarkan keharuman aroma kambing bakar ini kemana-mana. Disajikan di atas hot plate disandingkan dengan potongan jeruk nipis, bawang merah dan cabe rawit serta gak lupa kecap manis. Dagingnya yang empuk (karena katanya diambil dari kambing muda pilihan) plus bumbunya yang meresap sampai ke tulang merupakan hal yg menjadi unggulan Kambing Bakar Zam-Zam ini.


Kalo mau menu lain, Tongseng Kambingnya juga mantap. Kuah kentalnya berasa banget dengan potongan daging kambing yang juga lembut. Tapi hati-hati dengan ranjau cabe rawitnya, bisa menyengat. Kalo memang tidak terlalu suka pedas, tinggal pesan saja tongseng yang tidak pedas. Harga Rp. 12.500,0

Oh iya, kalau pesen kambing bakar kita akan diminta memilih bagian punggung atau paha. Saya sih lebih suka paha karena dagingnya kayaknya lebih banyak. Selain itu tulangnya pun tidak mengganggu kenikmatan kita untuk makan. Ada dua jenis ukuran yang ditawarkan, yang sedang dengan harga Rp.22rb dan yang besar harganya Rp.30rb. Slogan yang ditonjolkan "Empuk Istimewa Tidak bau Prengus" memang terbukti ketika kita menyantap kambing disini. Jadi buat para pencinta kambing di Bandung, silakan cicipi Kambing Bakar Zam-Zam ini.

 

Mie Baso Rudal Anggrek, Bandung






Mie Baso Rudal Anggrek
Jl. Anggrek - Bandung


Masih berkutat di bakso, tapi kali ini saya meluncur ke Bandung. Di salah satu sudut di Jalan Anggrek, ada sebuah tenda biru panjang dengan tulisan yang mencolok: "Mie Baso Rudal Anggrek - Solo Asli". Apa istimewanya baso kaki lima yang satu ini? Jawabannya: Basonya! Ya, basonya muantebbb... Bakso gedenya yah... Bakso dengan isi gabungan urat dan daging cincang ini gak mudah ditemuin di tempat lain. Saya biasa menyisakan baso ini untuk bagian akhir, save the best for last :) Diguyur sedikit kecap... juara!


Harga satu porsinya bervariasi, mulai dari Rp.7500 s.d Rp.12.500, tapi kalo mau mencicipi bakso besarnya paling tidak ambil yg Rp.9000. Baksonya yahud, tapi saya pribadi sih tidak suka dengan mienya. Teksturnya agak keras seperti mie instant.


Wisata Kuliner Bandung memang banyak diisi dengan kuliner baso. Lihatlah Mie Bakso Akung yang sejak dulu tempatnya tidak pernah sepi, bahkan orang rela mengantri sampai satu jam bahkan lebih untuk menikmati semangkuk Mie Baso Akung. Ada lagi Bakso Malang Enggal di Jl Burangrang atau Mie Ayam Sakinah di Kawasan Tubagus Ismail. Nah buat yang mau mencoba Baso Rudal Anggrek ini, gak susah koq cari tempatnya. Letaknya deket pertigaan Jl. Supratman dan Jl. Anggrek. Banyak kendaraan parkir disana, tanda pelanggan kedai ini jarang surut. Mari...

Rumah Sumsum, Bogor






Rumah Sumsum
Jl. Lawang Gintung No. 21 Bogor
Telp: (0251)8314579

Unik! Itu kesan pertama yang saya tangkap ketika mendengar rumah makan yang satu ini. Gimana nggak, rumah makan ini menyediakan menu utama yang serba Sumsum, makanya dinamakan Rumah Sumsum. Menu andalannya: Sop Sumsum Sapi. Dahsyat... Satu potong tulang sapi yang besar dengan sumsum yang masih utuh didalamnya disajikan langsung dalam mangkok dengan kuah sop dan sayuran. Bentuk sajiannya saja sudah provokatif, karena tulang tersebut terlihat sangat besar, sehingga mangkuknya tidak muat. Sumsumnya sengaja tidak dikeluarkan dari tulang tersebut, membiarkan kita berkutat untuk mengeluarkan sumsum tersebut. Sebuah sensasi tersendiri. Makanya disediakan sendok kecil panjang dan SEDOTAN! Siapa tau mau nyeruput langsung dari tulangnya :) Harga: Rp. 25.000


Sate Sumsum, menu yang juga tidak boleh dilewatkan. Kelembutan sumsum coba disajikan dengan cara yang berbeda. Pilihan sajiannya bisa dengan bumbu kacang ataupun bumbu kecap. Saya sendiri tidak terlalu sreg dengan rasa bumbu kacangnya, agak asin, soalnya saya penggemar manis. Tapi itu tidak bisa menutupi indahnya tekstur sate sumsum ini. Serasa meleleh di lidah. Yummiiee... Harga: Rp. 21.500

Sumsum Goreng, tidak langsung digoreng ternyata. Sumsum tersebut dicampurkan dalam adonan, sehingga sumsum goreng ini terasa seperti nugget. Anak-anak saya menyukainya. Sambel pendampingnya juga enak. Harga: Rp. 20.000


Nasi Bakar Sumsum Pedas... Favorit saya! Pedes to the max, lezat to the max... Enak banget, tapi juga pedes banget. Bumbu nasi bakarnya bener-bener enak, n ditimpali dengan kehadiran sumsum ditengah-tengah nasinya. Wajib coba!!! Harga: Rp. 13.000


Es Bandrek Kelapa, ini nih buat minumnya. Bandrek yang umumnya disajikan panas-panas, di Rumah Sumsum ini disajikan dengan es didalam kelapa muda. Kelapa mudanya sendiri pas banget, dagingnya tebal tapi empuk. Seger di lidah dan tenggorokan, hangat di perut. Juara!!! Harga: Rp. 13.000


Rumah Sumsum ini terletak di Jl. Lawang Gintung, arah ke Istana Batutulis. Hanya sekitar 200msebelah kanan jalan sebelum Istana Batu Tulis dari arah Jl. Siliwangi/Pajajaran. Buat penggemar sumsum jelas rumah makan ini wajib coba, tapi buat yang bermasalah dengan kolestrol, kayanya tahan dulu yah... :P

 

Kuliner 140 - Doclang Mantarena, Bogor






Doclang
Jl. Mantarena (Jembatan merah), Bogor
Telp (0251) 8346260 - 085695792333


Nama yang unik untuk satu makanan, DOCLANG. Ya, ini adalah salah satu makanan khas dari kota Bogor. Potongan lontong yang disajikan bersama tahu goreng dan kentang rebus, kemudian diguyur bumbu kacang yang khas. Mirip dengan Kupat Tahu kalo di Bandung, tapi memang bumbu kacangnya punya cita rasa sedikit berbeda, pedas, gurih dan manis, serta masih gerusan kacangnya yang tidak terlalu halus. Di Bogor, Doclang cukup banyak dijajakan di kawasan Jembatan Merah (Jl. Veteran). Salah satunya ada di Jl. Mantarena. Anehnya, di gerobaknya tertulis "Doclang Ole2 Bandung" :)


Doclang ini hanya dijajakan pada saat sarapan, biasanya menjelang siang sudah habis. Rasanya emang manteb, lontongnya begitu lembut n cita rasa bumbunya pas banget ama selera saya. Seporsi doclang ini dapat ditebus dengan harga 6000 rupiah saja. Dapet bonus teh tawar hangat hehehe. Yuk buat yang berwisata kuliner ke Bogor, jangan lupa untuk menikmati sepiring Doclang

Kambing Bakar Cairo, Bandung


 



Kambing Bakar Cairo
Jl. Pelajar Pejuang No. 104
Bandung


Tidak jauh dari lokasi Kambing Bakar Zam-Zam, hadir pula tempat makan yang menawarkan menu serupa: Kambing Bakar Cairo. Meskipun di menu cukup banyak pilihan tersaji saya tetap memilih Kambing Bakar sebagai pilihan saya malam ini. Tak lama hadir dimeja saya, hot plate dengan asap mengepul dari kambing bakar yang mengantarkan aroma lezat sehingga perut terasa semakin lapar. Dan pas disentuh dengan garpu, wuih dagingnya ternyata lembut banget... Cocol dikit pake sambel kecapnya, yummiieee, gak kan nyesel. Bau kambingnya gak terasa sama sekali.


Ada tiga ukuran kambing bakar yang bisa kita pilih dengan harga yang beragam: 250gr (Rp.30rb), 350gr (Rp.42rb) dan 500gr (Rp.57rb). Saya pilih yg 350gr dan ternyata itu sudah cukup banyak dan sangat mengenyangkan. Tapi kalo yang memang biasa porsi jumbo tampaknya 500gr lebih mantap. Kambing Bakar Cairo ini menyatakan bahwa menu kambing bakarnya NON-Kolesterol, karena kambing yang digunakan berusia 3 bulan sehingga kandungan kolesterolnya masih rendah serta dinetralisir dengan rempah-rempah dan dibakar kering. Hmmmm....


Makanan dan minuman yang dapat keita temui disini lebih bervariasi dibandingkan Kambing Bakar Zam-Zam, sebut saja ada Nasi Goreng Kambing, Roti mariam, soto mesir dan lain-lain. Kambing Bakar Cairo dapat ditemui di Jl. Pelajar Pejuang tepat di seberang Hotel Horison Bandung dan juga ada cabangnya di Jl. Gegerkalong Hilir No 25-27. Hebatnya lagi karena kelezatan olahan kambing bakarnya, mereka berani membuat claim "terlezat ke-2 se timur tengah", gak tau yang pertamanya siapa hehehe. Plus lagi tambahan tulisan di menunya " Anda tidak ketagihan... jangan bayar... kami yangbayar anda", jempol :) Jadi mau pilih mana Kambing Bakar Zam-Zam atau Cairo? Saya serahkan ke Anda semua, dua-duanya layak dicoba :)

Kuliner 139 - Batagor RIRI, Bandung






Batagor RIRI
Jl. Burangrang 41 Bandung
Telp (022) 7303349


Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, salah satu kuliner Bandung yang banyak diburu oleh para wisatawan adalah Batagor. Salah satu "top of mind" dari batagor Bandung ini adalah Batagor RIRI. Yup, Batagor Riri disebut-sebut sebagai salah satu pelopor yang membuat nama Batagor menjadi kondang sebagai kuliner khas kota Bandung. Kelebihannya menurut saya salah satunya ada di tahunya, karena tahu bandung memang terkenal kelezatannya. Ditambah dengan bumbu kacang yang khas dengan tingkat kepedasan yang pas.... Seluruupp... Oh iya, biasanya selain batagor, orang juga memesan siomay. Isinya sama, tapi jika batagor menggunakan tahu sebagai "kulit"nya sedangkan siomay menggunakan pangsit.


Saat ini Batagor Riri juga melakukan diversifikasi makanan dengan menambahkan sajian Bakso Malang. Tapi menurut saya masih agak jauh rasanya jika dibandingkan dengan "tetangga"nya, Bakso Malang Enggal. Saya juga mencoba Batagor kuah yang tidak diberi bumbu kacang tapi dikasih kuah. Enak sih, tapi tentu saja kalah "menggigit" jika dibandingkan Batagor biasa. Bumbu kacang merupakan salah satu point utama dari sajian batagor ini, itu yang hilang dari sajian batagor kuah.

Batagor RIRI bisa kita santap di tempat atau kita bungkus untuk dijadikan buah tangan. Biasanya dijual dalam paket yang berisi 10 buah batagor atau siomay, tergantung selera. Bisa kita pilih sendiri variasinya. Kita pun bisa memesannya 1/2 matang, sehingga kita dapat menggorengnya kembali ketika sampai rumah. Tapi ingat, karena tidak menggunakan bahan pengawet, batagor ini hanya tahan 24 jam saja, kecuali jika dimasukkan ke dalam kulkas bisa tahan 3-4 hari. Harga satu buah batagor/siomay nya Rp. 7000. Cukup mahal memang...

Selain pusatnya di Jl. Burangrang ini, Batagor Riri yang mulai membuka usahanya sejak 1985 ini, juga telah mempunyai cabang di beberapa tempat di Bandung yaitu di Paskal Hypersquare, Jl Kebon kawung, Mode Plus (Setiabudi), Level Outlet (Dago) dan Sosis Kita (Pasirkaliki). Semua cabangnya memang hanya ada di kota Bandung. Buat yang di luar Bandung??? Ya dateng aja ke Bandung hehehe

 

Black Pepper Ice Cream, Bandung






Sub 7ero Frozen Ice Cream
Jl. Saturnus Tengah No 12, Margahayu Raya - Bandung
Telp: 022-91305852


Es Krim, siapa sih belum pernah coba? Tapi pernah gak nyicipin es krim rasa Black Pepper? atau Cheddar Cheese? Nah, di Bandung sekarang ada kedai es krim yang menyajikan cita rasa yang unik dan beda ama yang lain. Nama tempatnya Sub 7ero Frozen yang terletak di dalam komplek Margahayu Raya. Kita bisa nemuin rasa eskrim yang beda disini. Black Pepper Ice Cream, merupakan andalan tempat ini. Terus terang di awal saya ragu untuk mencobanya karena gak kebayang bakal enak. Tapi ketika es tersebut sampai ke lidah kita, wuidiihhh, dahsyat. Unik banget, ada rasa pedas yang nyempil di es krim ini yang membuatnya beda. Bener.. rasa black pepper.. Apalagi dengan "guyuran" saus caramelnya... mmmhhhh...


Satu lagi yang asik disini adalah Cheddar Cheese Ice Cream. Es krim rasa keju... Unik banget tapi yummiee banget... Rasa kejunya begitu kental, tapi gak bikin eneg. Ternyata kalo diolahnya bener, asik juga keju jadi rasa es krim. Jempolll...


Buat yang pengen seger-seger rasa buah, ada tiga pilihan yang "bersaing" merebut hati pelanggan. Yang pertama: Pink Guava Ice Cream, Es krim rasa jambu. Yang Kedua: Tropical Fruis Ice Cream, es krim dengan rasa mangga yang nendang. N yang ketiga: Fruits of The Sun Ice Cream, es krim rasa jeruk, ada rasa manis tapi disentil dengan rasa asem-asemnya jeruk. Tiga-tiganya juara...


Buat yang suka coklat boleh pilih diantara tiga pilihan ini: Chocolate Chips, Vanilla Oreo, sama White Chocolate Ice Cream. Tiga-tiganya mantabs, tapi favorit saya White Chocolate. Coklatnya itu loh, "kentel" banget rasanya... Vanila Oreonya juga asik, bener2 kaya makan oreo dalam bentuk es :)

Buat yang suka asem-asem juga ada pilihan es krim yang tersedia seperti: Natural Yoghurt, Wild Berry dan Cherry Balsamic. Nah yang ini terus terang belum sempet nyobain. Pe-er buat temen2 semua buat nyicipin n kasih comment disini :)


Compare dengan berbagai kedai es krim lainnya, saya pikir harga di Sub 7ero ini cukup bersaing. Satu single scoop cukup ditebus dengan harga Rp. 8500 dan untuk yg double hanya Rp. 14.000. Kalo mau tambah topping tinggal tambah Rp. 1500 / topping. Ada berbagai pilihan seperti saus caramel, saus coklat, saus strawberry, coco crunch, astor, coklat m&m dan sebagainya. Kita pun bisa bawa pulang dengan memilih Paket 6 rasa dengan harga hanya Rp 33.000 aja, rasanya boleh kita pilih sendiri, bebas...


Para pelaku kuliner Bandung memang terkenal akan kreativitasnya. Olahan menarik dari es krim ini salah satu contohnya. Sub 7ero ini bahkan sudah diliput TV swasta loh, saking uniknya. Cuma untuk menemukan kedainya agak sulit karena berada di tengah-tengah komplek perumahan besar dan belum banyak orang tah. Kalo emang bener-bener pengen kesana, kontak saya aja deh yah hehehe. Tapi kalo udah mencicipi es krim ini, dijamin gak kan nyesel...

Kupat Tahu Gempol, Bandung


Kupat Tahu Gempol
Pasar Gempol, Bandung
Telp: 022-4260809


Menempati tempat sederhana di salah satu sudut Pasar Gempol, Kupat Tahu Gempol telah menjadi salah satu ikon Kuliner Bandung yang banyak diburu para wisatawan kuliner. Apa yang membedakan Kupat Tahu Gempol dengan penjaja kupat tahu lainnya yang banyak bertebaran di kota Bandung? Bumbu dan Tahunya.... Yup, bumbu kacangnya memiliki kekentalan dan rasa yang pas banget. Manisnya cocok sehingga tidak perlu ditambahin kecap lagi sebagai pengaya rasa. Tahunya di"impor" dari Cibuntu, pusat tahu terkenal di kota Bandung. Teksturnya lembut tapi tidak menghilangkan kekenyalannya. Seporsi Kupat Tahu Gempol ini harus ditebus dengan harga Rp. 10.000,-. Dibandingkan harga kupat tahu di tempat lain mungkin terasa lebih mahal, tapi dengan porsi lebih besar dan rasa yang lebih unggul, tentunya harga tersebut sangat sepadan untuk kita bayarkan.


Melongok info dari DetikBandung, Kupat Tahu Gempol dikelola oleh H. Achdan bersama istrinya Ibu Yayah sejak tahun 1975 (saya aja belom lahir tuh :)), mewarisi usaha kakaknya. Dan ketika saya makan kesana kemarin tampak Ibu Yayah dengan sangat ramah melayani pelanggannya. Kesantunan dalam kesederhanaan inilah mungkin yang menjadi salah satu daya tarik intangible tersendiri. Tidak berlebihan jika Kecap Bango pun mendaulat Kupat Tahu Gempol sebagai salah satu ikon di setiap Festival yang diadakannya. Jadi, kalo ke Bandung sempatkanlah mampir ke Pasar Gempol (Jl Gempol), yang berada di daerah Jl Trunojoyo dan Jl Bahureksa, untuk menikmati salah satu legenda kuliner Bandung ini.

 

Makan Siang di Kopitiam Oey, Jakarta






Kopitiam Oey
Jl. H. Agus Salim (Sabang) No. 18
Jakarta Pusat
Telp: 021 3924475



Mau makan siang sambil ngopi2? Mungkin Kopitiam Oey bisa jadi pilihan... Jarang kita bisa menemukan "kopitiam" alias "warung kopi" yang tidak sekedar menyajikan kopi enak, tapi juga makanan berat yang benar2 menggugah selera. Saya suka ke Kopitiam Oey, suka disingkat menjadi KTO, di Jl Sabang ini karena lokasinya dekat dengan tempat saya beraktivitas sehari-hari juga karena makanannya yang pas dengan lidah saya. Contohnya Gado-Gado Bonbin ini. Yang kerasa beda banget dari gado-gado ini adalah bumbu kacangnya yang bener2 mulus, digiling halus tapi cita rasanya kuat banget. Makan siang yang ringan tapi tetap mengenyangkan. Harga: Rp.30.000,-


Salah satu favorit saya lainnya di menu makan siang adalah Sate Ajam Tjilatjap. Bumbu daging ayamnya meresap sempurna dengan tingkat kematangan yang pas. Ditambah dengan bumbu kacang digiling sampe halus, terasa menyatu dengan dagingnya. Pas dimakan dengan lontong yang juga lembut. Harga Rp.27.000 (tanpa lontong) dan Rp.29.000 (plus lontong)


Soto Tangkar-nya juga saya suka. Daging dari pipi sapi yang dipadu dengan kuah santan soto yang kaya rempah bisa jadi "your perfect lunch". Dagingnya yang kenyal-kenyal gimana gitu, enaka banget buat dikunyah-kunyah. Soto khas Betawi yang disajikan di KTO ini favorit saya. Harga: Rp. 29.000 (tanpa nasi) n Rp.33.000 (dengan nasi)


Lontong Tjap Gomeh, makanan tradisional legendaris lainnya yang tersaji di KTO. Kuah santannya berpadu indah dengan potongan telur rebus, kering tempe dan tentunya daging ayam. Lontong yang lembut dan kerupuk udang menjadi pelengkap kesempurnaan. Not my favourite actually, tapi saya yakin jadi favorit banyak orang. Harga: Rp. 33.000,-


Nasi Brijani Ajam, sori gak bisa kasih komen. Soalnya saya gak terlalu suka makanan2 Arab seperti ini. Tapi buat orang yang suka nasi brijani mungkin bakal menikmati nasi briyani sajian KTO ini. Unik karena disajikan dengan kacang mede dan kismis sebagai "topping". Harga: Rp 37.000,-



Aneka minuman dari kopi jelas menjadi spesialisasi dari KTO. Namanya juga warung kopi :) Buat makan siang kayanya enak nyeruput yang dingin-dingin. Ada beberapa "es kopi" atau "ijs kopi" yang tersedia disini. Ijs Kopi Soesoe Indotjina salah satunya, dibuat dengan menggunakan teknik dripping, air kopi akan menetes dari saringan khusus ala Vietnam. Kopinya sendiri di-"impor" dari kota Bandung, Kopi Aroma. Esnya sengaja dipisah dari kopi susu agar tidak menghilangkan cita rasa aslinya. Ijs Kopi Sisiliana juga salah satu minuman es kopi yang menggoda. Es kopi kocok, begitu mereka menyebutnya. Ijs Cappucino-nya juga harus dicoba, aroma kopinya kuat banget, gak kaya cappucino biasa. Harga: Ijs Kopi Soesoe Indotjina (Rp.16.000), Ijs Kopi Sisiliana (Rp. 16.000), Ijs Cappucino (Rp. 21.000)



Kalo kopinya diimpor dari Bandung, buat tehnya ada yang spesial, diimpor langsung dari Solo. Namanya Teh Toebroek Tjap Blontank racikan langsung pakdhe Blontank Poer. Rasa tehnya begitu menggigit dan meninggalkan rasa sepet sedikit di lidah setelah airnya masuk tenggorokan. Extra ordinary tea!!! (Harga: Rp. 14.000)



Mau minuman yang unik? Coba Ijs Tjingtjao Djahe Tjikini. Gelondongan cingcao dimasukkan dalam santan tipis berpadu dengan gula dan jahe. Seger tapi ada angetnya dari si jahe. Great... Harga: Rp. 12.000,-


Salah satu minuman andalan KTO Sabang ini, selain kopi, adalah Milo Dinosaurus. Minuman 'modern' diantara kepungan minuman tradisional :) Susu coklat yang disajikan tidak biasa, diberi topping cream diatasnya, bubuk coklatnya dibiarkan tersisa di atas creamnya plus sedikit sirup strawberry. Unik dan enak.... Like this! Harga: Rp. 20.000,-



Tidak aneh memang jika di Kopitiam Oey disajikan makanan-makanan yang lezat, karena memang warung kopi ini dimiliki oleh sang pakar kuliner, Bapak Bondan Winarno. Oey sendiri merupakan nama "marga" ciptaan beliau, Oey-narno :)) Selain minuman dan hidangan yang menggugah selera, suasana peranakan tempo doeloe sangat kental di sini. Bahkan portal CNNGo menobatkan Kopitiam Oey Sabang ini sebagai salah satu tempat untuk "escape Jakarta without leaving the city". Yup, dinding-dinding yang dipenuhi iklan-iklan tempo doeloe, ditambah pilihan furniture yang "kuno" plus pembungkus lampu yang antik memang membawa kita sejenak serasa lepas dari hiruk pikuk Jakarta. Padahal kita tetap ada di tengah kota :)



Kopitiam Oey buka dari jam 07.00 pagi setiap harinya, dan tutup jam 22.00 (Senin-Rabu), Jam 23.00 (Kamis dan Minggu) serta Jam 24.00 (Jumat dan Sabtu). Dengan jam operasi yang panjang tersebut, menu pun berganti di setiap waktu makan. Pada jam makan pagi kita bisa menikmati Nasi Tim Ajam, Sego Ireng serta beragam roti-rotian. Sementara di malam hari silakan coba Mie Kepiting Pontianak serta Spagheti Toena Pedas, selain beberapa makanan lainnya. Jangan lupa aneka kudapan yang siap disajikan setiap saat seperti Pisang Goreng, Kroket Belanda, Loempia Oedang, Singkong Sambal Roa dan lain-lain. Dan aneka minuman baik yang berbahan dasar kopi maupun minuman lainnya juga siap membuat kita untuk penasaran, pengen balik n balik lagi. Untuk itu semua, tunggu coretan-coretan berikutnya yah :) Oh ya, selain di Sabang, KTO saat ini juga hadir di Bintaro, Solo, Denpasar dan Makassar. Tiap cabang punya menu andalan masing-masing. Silakan dicoba yah...

(note: harga di atas belum termasuk pajak 10%)